Jumat, 02 Maret 2012

Kereta Api tuuut, tuuuut, tuuuut

pertama kali naik kereta, rasanya gimana gitu, sesuatuuuh,,, :)

oke, ini cerita pertama kali aku mau naik kereta,

rasanya deg2an, sperti mau menghadapi ujian tingkat nasional, yang mana yang nunggu guru2 galak, badanya gendut, matanya gede, dan bawa handphone touchscreen(nggak nyambung)

okeeee, daripada melanjutkan ketidaknyambungan yang semakin menjadi2,,,

ceritanyaa,

18 Februari 2012


malam itu, jam 18.00 waktu jam tanganku, aku dah siap2 buat pergi ke JOGJA, ceritanya aku mau KaPeh(Kerja Praktek) di Bandung, selama sebulan, dan aku harus naik kereta,

OMG, baru pertama kali ini kan aku ceritanya naik kereta, dari umur kecil sampai sekarang juga masih kecil (kata orang) pengen banget naik kereta tapi nggak kesampaian juga, L

dan akhirnya ku akan naik kereta hari ini,

ooh ini kabar yang sangat menggembirakan,,(nggak penting dibahas)

okee, udah packing semua barang, udah mandi, udah wangi, udah cantik (ceileeee) trus siap siap berangkat jam 18.50 waktu jam handphoneku.

aku diantar sama mas supri (kakak ipar), mbak tuti (mbakku yang baik), dek kesya (ponakanku yang nggemesiiiin), mbak reni(mbakku yang manish), and ibukku (huuuaaaa, jadi kangen T_T),,

kita langsung tancap menuju stasiun TUGU,


nah karena nggak ada yang tahu soal pintu masuk stasiun tugu, ( karena emang keluargaku kalo berpergian nggak pernah naik kereta), aku sok tahu ngasih tau jalan menuju ke sana ke mas supri, walau aku cuma sekali kesana, tapi masi agak inget,

nah karena kita harus mampir2 dulu, beli ini itu, akhirnya sampai ke stasiun jam 20.35 waktu jam handphone mbak reni,


oke dari situ aku sms akbar (temen KP) kalo aku dah nyampe st. Tugu,

oke akhirnya akbar bilang kalo dia bakal sampai di stasiun maksimal jam 21.00 tentunya waktu jamnya akbar,,

karena keretanya si Lodaya datang jam 21.24 waktu kereta lodaya, oke aku bolehin,,,

nah karena tiketnya itu belinya sepaket (yaitu langsung beli 2 ) dan itu dibawa akbar, alhasil aku cuma bisa nunggu diluar stasiun, karna gak boleh masuk,,,

kejadian mulai dari sini, si akbar datang pukul 21.08 waktu jam tanganku,

dia sms kalo dah nyampe di stasiun, dan nunggu di loket antrian tapi nggak lihat aku,

weladalah aku lihat dia nggak ada dimana2 dan aku sendiri pun udah nunggu di depan pintu masuk,


ouw ya aku belum sempet bilang, HPku speakernya mati karna kebanting mulu, sebelum aku berangkat, jadi aku nggak bisa tilvon pake HPku, nah tapi masi bisa diakalin pake headset, jadi aku masi bisa nilvon dgn pake headset, nah ceritanya karna waktu udah menunjukkan jam 21.14 aku terlalu panik untuk mengangkat tilvon akbar dan akhirnya putuslah headsetku (nah lho lengkap penderitaanmu --') puaaas?

jangan puas dulu karna penderitaanku belum berakhir sampai disini,


lanjuuuuut,,,,

untung masih ada keluargaku yang masih menungguku (makasih kalian :*)

aku tilvonan dengan akbar pake HP mbak reni, kemudian kira2 gini obrolan kami:


aku : “akbar kamu dimana, ini jam berapa? aku dah nunggu kamu daritadi?”

akbar : “uni kamu dimana? aku juga dah nunggu kamu daritadi disini, didepan pintu masuk, aku sekarang dah masuk, kamu masuk aja sekarang,,”

(aku dongkol, gimana nggak dongkol, aku nggak punya tiket (pake nada iklan XL)


aku : “wey, bar gimana aku bisa masuk tiketku kan kamu yang bawa, kan nggak boleh masuk tanpa tiket!!!!!!”

akbar : “kamu dimana? oke aku kesana sekarang”

aku : “aku di depan pintu masuk”

akbar : “oke, aku lari sekarang, aku kesitu”

(beberapa menit kemudian, masi dalam tilvon)

akbar : “uni, kamu dimana, koq kamu nggak ada? aku dah di portal masuk, kamu nggak ada kamu dimana?”

aku : “nggak ada gimana, wong aku jelas2 berdiri didepan sini”

(oke emosi kedua orang ini mulai terlihat, dengan nada kepanikan)


trus aku mikir, apa aku salah pintu masuk, trus aku tanya ma orang yang ada disitu


aku : “mas pintu masuk stasiun tugu ada berapa?”

masnya : “stauku cuma ini mbak”

aku : “beneran mas ?”

masnya : “bener mbak”


aku nggak percaya dengan omongan mas ini, walau tampangnya seperti orang baik2, paling tidak aku harus survei beberapa orang dulu, agar aku lebih yakin(weeey,sadar ey, nggak sadar kalo dah nggak punya waktu banyak lagi?)


trus aku nanya bapak2 yang ada di samping pintu masuk,dan bapak itu nyuruh aku tanya ke penjual koran yang lagi jualan karna dia pasti lebih tau, oke aku mulai nanya (pastinya dengan nada panik)

aku : “pak, tempat masuk buat antrian tiket dimana ya?”

Bapaknya: “mbaknya mau nukarin tiket apa mau beli tiket dulu?”

aku : “ya pokoknya itulah mas dimana mas?”

(dengan nada yang terENGAH-ENGAH)

Bapaknya: “iya mbaknya mau pesen tiket, beli tiket langsung, atau mau tuker tiket dulu, kalo mau bla bla bla........”

(bapaknya ngomong panjaaaaaaaaaaaaaang kali lebar kali tinggi banget deh pokoknya, karna otomatis aku sangat tergesa2 aku tinggalin aja bapaknya)


kenapa coba bapaknya malah promosi tikeet sewaktu aku lagi menderita mencari akbar --'


dengan sangat membuatku pesimis lagi mbak tik berkata

"udaah lah buk, besuk kita antar dek yuni ke Bandung sendiri aja, teman koq nggak bisa diharapkan kayak gitu "

huwaaaaa, rasanya pengen nangis dan sangat emosi sama akbar,


betapa nggak emosi coba, ini pertama kalinya aku naik kereta, dari sejak 19tahun yang lalu, mana udah beli tiket,

mana besuknya mulai KP,pertama kalinya naik kereta, kan mumpung ada kesempatan naik kereta coba (aduh, malah mikirin nggak penting --')

adoooooh, tambah bingung dah


dan jam menunjukkan pukul 21.20 entahlah pake waktu pukul siapa dah lupa karna saking paniknya,


Alhamdulillah....

akhirnya entah karena pertolongan Allah itu datang nggak pernah terduga,

ada bapak2 petugas menghampiriku,


bapak : “mbak mau naik kereta sekarang?”

aku : “iya pak, tapi aku nggak tahu temanku dimana, katanya dia udah di pintu masuk, tapi disini koq nggak ada pak”

(muka cemas+tegang+panik+pengen nagis T_T)

bapak : “ayo mbak ikut saya, mbak saya ajak masuk

aku : “tapi pak saya nggak punya tiket pak, tiket saya dibawa teman saya

bapak : “nggak papa mbak, daripda mbak nggak jadi pergi hanya karna nggak bisa masuk, mbak naik lodaya kan? lodayanya sudah sampai dan mau berangkat”

aku : "beneran pak nggak papa?" (nada hampir nangis)

si bapak langsung ambil tasku, dan langsung mengjakku masuk, dia memberi instruksi ke petugas utk membuka pintu

(makasih Ya Allah, kau datangkan malaikat T_T)


pertolongan bapaknya nggak cuman sampe sini aja, dia masih bawa tasku yang gedenya minta ampun itu buat bantu aku nyari akbar (yaiyalah harus cari dia, dia bawa tiketku!!!)

dan akhirnya jauh diujung sana ada akbar yang terlihat basah kuyup akan keringat, dan nafasnya yang terengah2, tengak kanan kiri, depan belakang, atas bawah seperti mencari seseorang,,


“akbaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar,!!!!!!”


aku panggil dia, akhirnya dia noleh, dan kita pun (masih dengan si bapak tadi) nyari tempat duduk kita, dan itu masih di ujung kereta depan(posisi kita sekarang di kereta belakang)


huwaaaaa,,,,

karna tempat dudukku di bisnis 2, dan itu jauh diujung sana, akhirnya kita bertiga tergesa2 menuju sana, dan tepat ketika kita menginjakkan kaki ke dalam gerbang, keretanya jalan,


huwaaaa,

makasih banyaaaaaaaaaaaaaaaak bapak (nggak ada makasih buat akbar --')

bapak bapik sekali, jasa2mu tak akan pernah kulupakan, hiks, hiks (walau sekarang aku dah lupa wajah bapaknya, hehe)

dan akhirnya kita sampai di tempat duduk kita, hhaaaaah,


akhirnyaaaaa, perjuangan yang mendebarkan, maka tak lupa aku sms, ibuk, mbak, mas, dan keluargaku lainnya kalau aku dah sampe kereta dengan selamat,,,


ternyata, eh ternyata,


you know whaaat?


ternyata stasiun tugu itu ada 2 pintu masuk, yaitu dari malioboro dan dari tugu,

nah lho aku masuk lewat pasar kembang (malioboro) dan si akbar masuk lewat tugu dan akhirnya kita sama2 nggak bisa ketemu,


dan betapa bodohnya kita (eh aku nggak bodoh ding, cukup kamu aja nggak papa kan bar :p ) kita sama2 nggak tahu kalo pintu masuk stasiun tugu itu ada dua, kita tahunya cuma satu, yaitu aku tahunya cuma di malioboro, si akbar tahunya cuma dari tugu, nah lho ra nyambung to, piye jaaal --'


ini nih gambar stasiun tugu pinntu masuknya akbar

wew, kayak pernah lihat ditv2, O_o


but,


at least,,,


ini sangaaat menegangkan dan tak akan pernah terlupakan

kenangan pertama naik kereta yang tak akan pernah terlupakan :)

dengan bubuhan cerita bodoh, panik, tegang, tangisan (siapa bilang aku nangis--')

yah pokoknya sesuatuh deh :DDDD


makasih yah buat keluargakuh yang udah nganterin aku, misss u all,

tunggu aku di pertengahan maret ya :*

0 komentar:

Posting Komentar

Read More...