Senin, 13 Februari 2012
ayahku,
orang yang baik, pendiam, nggak banyak bicara, tegas, dan banyak yang lainnya,
yang pasti dia sangat menyayangi kami, menyayangi aku,

sedikit sedih, kemarin tanggal 10 Februari adalah hari ulang tahun beliau dan aku lupa, keluargaku lupa,
padahal tahun2 sebelumnya aku ingat selalu ulang tahun beliau, dan aku selalu sms beliau mengucapkan selamat ulang tahun,aku sms karena memang aku tidak di rumah,
tapi pada tanggal itu, kemarin bahkan aku tidak mengucapkan sepatah katapun tentang ulang tahunnya, padahal aku berada di rumah, di dekatnya,
dan aku baru sadar setelah tanggal 10 berlalu,
mungkin sepele bagi kalian, tapi bagiku ini berarti, aku ingin beliau juga sadar kalau aku menyayanginya dan ingat kepadanya, tapi bahkan hanya untuk mengingat hari ulang tahunnya kemarin aku lupa,
aku masih teringat, ketika 2 tahun yang lalu, ketika hari ulang tahun beliau, aku mengirimkan sms ucapan selamat kepada beliau. karna aku berada di jogja, dan hanya bisa lewat sms,
hal yang sangat ingin membuatku menangis adalah ketika isi balasan smsnya adalah
"terimakasih nduk, cuma kamu yang mengucapkan selamat ulang tahun sama bapak. semoga kamu jadi anak yang pintar dan berbakti"
balasan sms itu sungguh memaksaku ingin menangis, betapa tidak, ternyata ayahku dalam diamnya selama ini juga membutuhkan kasih sayang juga seperti yang lainnya,
ternyata hanya sekedar ucapan selamat ulang tahun bisa membuatnya merasa senang, lantas apa yang ku perbuat selama ini? saya belum bisa membahagiakan beliau dan hanya bisa mengucapkan selamat ulang tahun sekali dalam setahun, dan menyesal sekali kemarin aku tak melakukannya,,
ketika TK,
aku menangis ketika tidak mau sekolah, karena aku ingin ikut ibuk , ayah marah denganku, dan aku makin keras menangis,dan aku marah dengannya
tapi kini aku sadar, beliau marah denganku karena beliau ingin aku menjadi anak yang pintar, agar aku tidak menjadi anak yang manja dengan ibuknya dan lebih mandiri untuk ke sekolah
ketika SD,
ayah sengaja menemaniku belajar setiap pulang sekolah, aku dilarang bermain sampai jam 4 sore, aku harus belajar selama itu dan mengalahkan egoku untuk bermain, aku kesal, untuk anak seumuranku aku ingin bermain, melihat teman2 yang bermain dan mengajakku, aku iri dengan mereka, tapi aku tidak bisa karna ayah menemaniku belajar hingga jam 4 sore,
aku kesal, dan hanya memendamnya dalam hati,
tapi kini aku sadar, ayah melakukan itu karena beliau ingin membiasakan ku belajar mulai sejak dini, membiasakanku untuk bertanggung jawab terhadap waktu dan pendidikanku sejak dini, toh akhirnya aku menjadi anak yang cukup pintar(menurutku), coba ayahku tidak berlaku seperti itu kepadaku waktu kecil, pasti aku akan jadi anak yang bodoh yang sukanya main aja,
ketika SMP,
beliau mengajarkanku untuk hidup lebih mandiri, untuk hidup lebih bertanggung jawab, untuk saling menyayangi dan menghormati, untuk rasa percaya diri, dan untuk rasa memberi,
ketika SMA,
hari2 awal sekolah aku selalu di antar bahkan ditunggu,aku sempet kesal dalam hati, karena aku sudah besar, aku bisa sendiri pergi sekolah, aku sudah bukan anak kecil lagi,aku bisa naik bus atau naik motor sendiri ke sekolah, aku seperti merasa ayah tidak percaya aku bisa ke sekolah sendiri,
hingga pada suatu waktu, ketika ospek SMA akan tiba,aku harus datang ke sekolah untuk mengerjakan tugas2 ospek bersama kelompokku, dan seperti biasa beliau ingin mengantarku ke sekolah dan menungguku sampai selesai,
pagi itu beliau mengantarku dan menunggu di samping sekolah, aku sudah bilang pada beliau untuk tidak menungguku karena aku kasihan, mungkin butuh waktu lama aku di sekolah, tapi beliau menolaknya, beliau tetap ingin menungguku sampai selesai, aku agak sedikit kecewa dengan ayah, aku fikir ayah tidak mempercayai aku, padahal aku sudah besar,
dan sore hari ketika aku melangkah kaki keluar dari gerbang sekolah, aku masih melihat beliau duduk di motor menungguku dengan tidak sedikitpun merubah posisi, dan ketika aku bertanya pada beliau apakah beliau sudah makan, dan beliau menjawab belum, karena beliau tidak ingin semisal aku sudah selesai dan beliau tidak ada di tempat yang tadi, aku akan kebingungan mencari beliau
miris,,,
aku pengen nangis seketika itu juga, ya ampun, berfikiran apakah aku selama ini,
aku mempunyai ayah yang sangat sayang padaku hingga menungguku berjam2 selama ini,
mengantar dan menjemputku setiap sekolah, datang ketika aku menilvonnya, dan itu hanya dilakukannya padaku, tidak pada kakakku,
dan selama ini fikiranku sempit yang hanya berfikir bahwa ayah tidak mempercayai bahwa aku sudah besar,
tapi ternyata itu semua karena beliau sayang padaku,
dan ketika kuliah, ketika aku sakit, dengan umurnya yang makin menua, beliau tetap setia menyayangiku, setiap aku sakit,beliau selalu datang dengan segera menjemputku untuk pulang, mengantarku ke dokter, dan diam di rumah seharian menungguku,
betapa aku beruntung mendapatkan ayah seperti beliau,
walaupun kasih sayangnya tidak diucapkan secara langsung, kasih sayangnya dia wujudkan dalam setiap perbuatannya, walau aku sering salah persepsi atas perlakuannya kepadaku, ternyata di balik itu semua beliau sangat menyayangiku, dan sampai saat ini, ketika aku menulis ini, aku masih sangat menyadari bahwa aku belum bisa membalas apa yang beliau berikan padaku selama ini, bahkan untuk sekedar mengucapkan selamat ulang tahun kemarin,
aku menyesal,
tapi yang pasti aku akan selalu berusaha tidak akan pernah membuat beliau menyesal,,
untuk ayahku yang selalu menyayangiku,,,
Kamis, 09 Februari 2012
habis baca status adek angkatan barusan,
intinya dia bilang ingin kembali ke masa lalu,,,,
hemmm,,,
aku lantas berfikir, aku pernah juga merasakan rasa seperti ini, bukan pernah bahkan sering,
tidak suka dengan semua yang ada, tidak berjalan sesuai apa yang kita inginkan,tidak ada yang memperhatikan,tidak ada yang peduli,
rasanya tuh kayak ingin berada di suatu tempat yang sepi yang banyak rumput atau di suatu perbukitan hijau, tapi cuma sendiri,
menghirup udara segar dan melupakan segalanya,
tapi lupakan itu semua!!!

kita hanya akan terpenjara dalam fikiran sempit seperti itu ketika kita sendiri, maka ketika aku mulai berfikir seperti itu, aku akan cepat keluar mencari hiburan dengan mengamati orang di jalan seperti yang ku lakukan biasanya,
aku tak mau lagi berfikiran seperti itu,
ingin menghilang atau apalah
hey, aku ini udah besar, udah 19 tahun, kapan kita menjadi dewasa kalau dalam fikiran kita hanya diisi rasa tak kuat akan adanya masalah,,
dan yang paling membuatku tidak pernah bisa menghilang adalah wajah2 mereka, wajah2 orang yang ku sayang
mereka yang menguatkanku untuk terus maju dalam hal ini,
bukankah ketika menghilang akan ada orang yang sedih dalam kepergian kita, dan bahagiakah kita kalau orang yang kita sayangi sedih karena kita,
jadi ketika kita berfikir untuk menghilang dan mungkin ada orang yang berniat untuk menghilang dari dunia ini, ingatlah jika kau merasa bahwa dirimu sudah tak ada gunanya bagi dirimu sendiri, paling tidak bergunalah bagi orang yang kamu sayangi, dengan seperti itu kelak ketika mereka bahagia,maka kau akan ikut merasakan bahagia,sehingga kau akan merasa bahwa hidupmu jadi bermakna,
dengan seiringnya waktu, kau akan jadi lebih menghargai hidupmu, dan kamu akan menemukan arti hidupmu sendiri, bukan karena kebahagian mereka, tapi untuk kebahagiaanmu sendiri.

jadi semangatlah teman,,Allah memberi kita hidup untuk mengisi hidup ini bukan untuk menghilang dari hidup ini :)
intinya dia bilang ingin kembali ke masa lalu,,,,
hemmm,,,
aku lantas berfikir, aku pernah juga merasakan rasa seperti ini, bukan pernah bahkan sering,
tidak suka dengan semua yang ada, tidak berjalan sesuai apa yang kita inginkan,tidak ada yang memperhatikan,tidak ada yang peduli,
rasanya tuh kayak ingin berada di suatu tempat yang sepi yang banyak rumput atau di suatu perbukitan hijau, tapi cuma sendiri,
menghirup udara segar dan melupakan segalanya,
tapi lupakan itu semua!!!

kita hanya akan terpenjara dalam fikiran sempit seperti itu ketika kita sendiri, maka ketika aku mulai berfikir seperti itu, aku akan cepat keluar mencari hiburan dengan mengamati orang di jalan seperti yang ku lakukan biasanya,
aku tak mau lagi berfikiran seperti itu,
ingin menghilang atau apalah
hey, aku ini udah besar, udah 19 tahun, kapan kita menjadi dewasa kalau dalam fikiran kita hanya diisi rasa tak kuat akan adanya masalah,,
dan yang paling membuatku tidak pernah bisa menghilang adalah wajah2 mereka, wajah2 orang yang ku sayang
mereka yang menguatkanku untuk terus maju dalam hal ini,
bukankah ketika menghilang akan ada orang yang sedih dalam kepergian kita, dan bahagiakah kita kalau orang yang kita sayangi sedih karena kita,
jadi ketika kita berfikir untuk menghilang dan mungkin ada orang yang berniat untuk menghilang dari dunia ini, ingatlah jika kau merasa bahwa dirimu sudah tak ada gunanya bagi dirimu sendiri, paling tidak bergunalah bagi orang yang kamu sayangi, dengan seperti itu kelak ketika mereka bahagia,maka kau akan ikut merasakan bahagia,sehingga kau akan merasa bahwa hidupmu jadi bermakna,
dengan seiringnya waktu, kau akan jadi lebih menghargai hidupmu, dan kamu akan menemukan arti hidupmu sendiri, bukan karena kebahagian mereka, tapi untuk kebahagiaanmu sendiri.

jadi semangatlah teman,,Allah memberi kita hidup untuk mengisi hidup ini bukan untuk menghilang dari hidup ini :)
Rabu, 08 Februari 2012
lagi lagi aku melakukan pekerjaan yang kurang penting,,
yaitu melihat orang lalu lalang,
nggak tahu dengan melihat orang2 yang sibuk dengan kegiatanya ini uda merupakan suatu hiburan bagiku,
aku jarang pergi ke luar rumah atau keluar kos, paling cuma ke kampus, kerjaanku cuma di dalam kamar dan kalau bosan pergi ke luar kos/rumah trus pergi ke masjid atau jalan lihat orang yang lewat,
kadang aku mbuntutin bapak2 yang lagi ngamen, rasanya penasaran gitu rumahnya dimana, dah punya istri belum(bukan bermaksud aku naksir bapaknya lho ya), punya anak berapa, hidup mereka kayak gimana, pokoknya pengen tahu semua,
kadang aku juga duduk di sawah ngliatin orang yang cari rumput, tak liatin gitu dari jauh bapaknya ngapain aja, atau kadang juga aku nungguin pengemis yang diperempatan dapat uang berapa (bukan berarti aku bosnya lho ya)
nggak tahu nih rasanya pengen tahu urusan orang2 yang seperti itu,
sedih juga kalo lihat bapak2 jalan udah tua, jadi keinget ma bapak yang dirumah lagi ngapain, kalo semisal itu bapak gimana,
pernah aku lihat bapak2 yang jualan madu tapi cacat nggak punya kaki, dia jualan ma anaknya, sering sekali jualan di deket mipa,
atau bapak2 yang buta jualan kemoceng(sulak kalo nggak tau), itu di sekitar GSP, wah rasanya miris nggak sih,
rasanya miris, kalo lihat mereka, mereka lebih bisa menghargai hidup mereka untuk melakukan pekerjaan yang lebih berharga daripada sekitar meminta2, apalagi aku tahu pasti madu belum tentu ada yang laku dalam sehari, apalagi kemoceng,
tapi ternyata mereka nggak nyerah juga yah,
and tadi pagi aku lagi kurang kerjaan lagi,
aku pergi ke sawah dan aku lihat bapak2 yang lagi nyari rumput, aku lihatin dari jauh bapaknya rasanya menghayati banget nyari rumputnya,
bapak itu udah tua sekitar umur 60an mungkin, kulitnya hitam, mukanya keriput, matanya sayu, kayaknya bapaknya lagi sedih deh, ada problema mungkin (sok tau)
kurang lebih kayak gini gambarnya

sebelum bapaknya sadar tak lihatin, lalu aku pulang, kemudian nulis ini deh
jadi ya, kadang ketika aku lagi suntuk atau lagi down aku lebih suka melakukan pekerjaan seperti ini, karena dengan mengamati hal yang seperti ini aku akan menjadi lebih sadar, bahwa aku tidak sendirian, bahwa aku masih mempunyai hal yang berharga yang pantas aku syukuri,
aku masih punya keluarga dan teman2 yang sayang padaku, aku masih diberi kecukupan untuk melanjutkan hidupku, aku dibekali akal untuk berfikir, aku diberi anggota tubuh yang lengkap untuk melakukan aktifitasku,
jadi kadang emang pekerjaan ngamatin orang seperti ini penting untuk dilakukan agar kita bisa lebih bersyukur atas apa yang kita punya,,,
Alhamdulillah :)
Minggu, 05 Februari 2012
berbulan2 ini aku mengalami galau berkepanjangan,,,

banyak hal yang berkecamuk di fikiran,
masalah ada aja yang datang, dan nggak juga tuntas2
emang dasarnya aku orangnya nggak suka menyelesaikan masalah alias emang nggak mau nyelesein masalah,
jadi yo numpuuuuk aja masalah yang datang,,,
tapi walaupun aku punya masalah banyak (koq kesannya aku orang yang bermasalah to --')
ada satu cara buat ngatesin(ya nggak ngatesin sih) paling nggak bikin sdikit melupakan masalahku yaitu dengan mencari masalah baru, hahaha (glodakk, ini bukan solusi dudul --')
ya emang hobiku gitu, aku baru bisa melupakan masalah dengan hadirnya masalah baru, hahaha
tapi ntar yo nggak pernah kelar masalahe, :p
nah sekarang lagi galau lagi nih,
jadi, galau yang satu ini ringkasan dari galau2 yang 19 tahun ini dah aku kumpulin, trus aku ringkas cari ide pokoknya trus sedikit kalimat penjelas, jadiin satu paragraf dan sedikit imbuhan konotasi (halah, aku nggak dong --')
yah intinya aku galau karena KENAPA SELAMA INI AKU GALAU???!!!!
nah itu...
aku galau karena kenapa aku cuma bisa galau, padahal galauku ini membuatku galau sehingga selama ini cuma bisa galau sehingga 19tahun ini punya kegalauan yang berujung pada suatu galau(nah lhoh tambah mumet)
okeee,,,
daripada galau terus mikirin kegalauanku selama ini, barusan aku tiba2 punya inspirasi yang mencengangkan yang akan mengubah hidupku selama 19 tahun ini akan bermakna sehingga dapat menggemparkan hidupku yaitu BERGERAK
nggak usah ketawa --'
jangan salah yaa, yang namanya bergerak ini susah lho buat dilakukan anak kayak aku ini,
tadi tiba2 kepikiran buat ngrubah hidup nih, nah coba fikirin aja kalo nggak aku ubah hidupku sekarang trus mo nunggu sampai kapan coba?
habis lulus kuliah?nggak ah habis lulus kan mo nikah (cieee :p)
nah trus kalo udah nikah trus ntar punya anak, udah ngurusin suami, ngurusin anak, ngurusin rumah, belum lagi ntar kalo anakku sekolah ngurus buat keperluan2nya, trus ntar anakku nnikah ngurus pernikahannya, belum lagi kalau anakku ntar punya anak lagi harus momong anaknya anakku, terus ntar kalo anaknya anakku banyak harus momong mereka juga,
nggak boleh, nggak boleh, jadi aku perlu bergerak sekarang kan,,
oke paling tidak selama 1,5 tahun ini aku musti ngrubah hidupku nih dari tak bermakna menjadi sangat bermakna,
nah sekarang yang aku bingungin adalah apa yang musti ku lakuin buat ngrealisasiin bergerakku???!!!
haduuuh, jadi galau lagi nih,,,,
oke ternyata saya masih galau sampai detik ini...
-the end-
Langganan:
Postingan (Atom)
